Jumat, 21 Desember 2018

Menghidupi Leluhur - Photostory 2017


Wayang Orang menjadi salah satu cara merawat budaya leluhur dan mengikat identitas suatu bangsa. Itulah yang dilakukan (komunitas) Wayang Orang Sriwedari Surakarta untuk turut serta dalam melestarikan budaya leluhur.

Teater drama tradisional ini mempertahankan lakon klasik dan setia pada pakem yang terus dipertahankan. Cerita lakon yang penuh dengan nilai-nilai luhur selalu mengingatkan kita pada konflik dan resolusinya pada kehidupan.

Workshop Photostory SOLO 7 8 9 Mei 2017 Mentor Gembong Nusantara


YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=9Ms_NEuj2Ro

Behind The Scene

Workshop Jurnalistik Photo Story ini saya ikuti ketika saat itu sebagai siswa Kelas Pagi Yogyakarta (KPY) Angkatan ke-6. Kebetulan salah satu materi yang ada dalam kurikulum di bahan ajar KPY, salah satunya adalah mengenai Photostory.


Saat itu saya mengambil Kelas Visual Literasi, tapi karena workshop ini terbuka untuk seluruh Angkatan #6 baik Kelas Grafis ataupun Kelas Visual Literasi dan juga para jamaah diluar kedua kelas tersebut, maka saya beranikan diri untuk ikut workshop ini.

Karena memang saya tidak memiliki bekal dasar yang mumpuni terkait fotografi, jadi saya beranggapan bahwa melalui workshop ini semoga semakin menambahi pengalaman saya terkait fotografi. Seluruh proses dilakukan selama 3 hari 2 malam, 8-10 Mei 2017.

Sebelum berangkat ke Solo, dilakukan Briefing untuk seluruh peserta pada 26 April 2017. Kalau tidak salah sejak tanggal tersebut peserta harus sudah menetukan objek atau materi Jurnalistik Photo Story apa yang akan dikerjakan.

Saya sempat bertanya ke beberapa kawan di kantor yang asli orang Solo. Beberapa rujukan dari mereka adalah Wayang Orang Sriwedari, Pasar Klitikan, Museum/Monumen Pers Nasional. Kemudian saya coba pilih untuk memfoto Wayang Orang Sriwedari.

Langkah awal awalh mencari kontak pengelola Wayang Orang Sriwedari ini. Mulai dari lempar-lemparan kontak dari Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Sampai akhirnya dapat kontak seorang fotografer yang sering mendokumentasikan pentas Wayang Orang Sriwedari. Singkat cerita saya dapat kontak pimpinan Wayang Orang Sriwedari, dan baru dapat saya kontak pada hari pertama tiba di Solo.

Hari-1, 8 Mei 2017

Berangkat siang hari langsung menuju solo. Sampai di Jalan Slamet Riyadi sengaja cari Indomart dulu untuk cari camilan mengganjal perut, karena paginya belum sarapan. Sambil nongkrong di Indomartdapat kabar dari Ketua Wayang Orang Sriwedari, bahwa beliau sedang ada di Jakarta. Sehingga surat ijin fotonnya diminta diserahkan ke wakilnya.

Hari-2, 9 Mei 2017

Update soon...

Hari-3, 10 Mei 2017

Update soon...


Referensi:
  • http://www.kelaspagiyogyakarta.com/2017/04/workshop-photo-story-kpy6-solo-jateng-8.html
  • http://www.kelaspagiyogyakarta.com/2017/05/slideshow-preview-workshop-photo-story.html
  • https://www.youtube.com/watch?v=9Ms_NEuj2Ro



Jumat, 03 Agustus 2018

Don't complicate life : Keep your life simple!

Don't complicate life:

Missing somebody? - Call

Wanna meet up? - Invite

Wanna be understood? - Explain

Have questions? - Ask

Don't like something? - Say it

Like something? - State it

Want something? - Ask for it

Love someone? - Tell them

*** Keep your life simple! ***

Minggu, 20 Mei 2018

Ngopi Santai di KUPIKU Coffee

Bimakuru.blogspot.com - Ngopi Santai di KUPIKU Coffee. Sore itu, disaat sedang enak-enaknya menyerah pada keadaan kantuk yang dengan sangat amat memaksa membuat mata terasa berat, si Istri tiba-tiba menyodori layar ponsel yang sudah membuka aplikasi go-food.

"Lagi pingin yang seger-seger nih, kamu pilih yang mana?". Layar aplikasi sudah menunjukan beberapa pilihan macam-macam kopi.

Sambil mencoba mempertahankan mata terbuka dan fokus pada layar ponsel, sekilas terlihat tulisan Kupi. "Mana nih?" sahutku spontan.

"Kupiku Coffe" timpalan si Istri. "Udah, ke sana aja, deket ini", usulku.

Singkat cerita kamipun bergegas menuju sekitar Terminal Condong Catur, lokasi dimana Kupiku Coffe berada. Tentu dengan beragam kegiatan sebelumnya, mulai dari anu-in ini dan anu-in itu.

Oh iya, saya awalnya dapat rekomendasi warung kopi, atau mungkin lebih enak disebut kafe kopi ini dari @valeribj. Kebetulan letak kos-an kawan kantorku yang ternyata masih ada hubungan kekerabatan dengan si Istri ini dekat dengan Kupiku Coffe.

Sampainya kami di sana, hanya ada satu motor terparkir di depan kafe. Tebakan kami pertama adalah, itu pasti motor si barista. Kebetulan terlihat dari luar, di dalam kafe belum ada pengunjung kecuali si barista yang sepertinya sedang sibuk dengan kedua tangannya. Entah sedang meracik kopi atau sedang meracik updatean instagram di ponsel pintarnya.

Masuk lewat pintu depan yang memang  cuman ada satu-satunya bagi pengunjung Kupiku Caoffee ini, kami langsung menuju meja kasir dan juga meja baristanya untuk mencari daftar menu. Mas Barista yang belakangan juga kami ketahui sebagai seorang model di akun Instagram Kupiku Coffee ini langsung mengarahkan kami ke daftar menu yang sudah ditampilkan di pojokan dekat kasir.


Menu yang menarik perhatianku pertama adalah Kupiku Signature. Tapi, ternyata hanya disajikan versi panas, tidak dalam versi dingin. Padahal kami tujuannya cari yang seger-seger, identiknya kan dengan minuman dingin yaak.

Akhirnya saya memilih Es Kopi Susu Original. Si Istri yang bingung memilih menu, akhirnya jatuh ke pilihan Es Kopi Susu Gula Aren. Penampakan pesanan kami, seperti di foto paling atas di artikel ini.

Apa beda Es Kopi Susu Original vs Es Kopi Susu Gula Aren. Dari warna sudah mencolok, yang pakai gula aren lebih berwarna cokelat, ini kondisi setelah diaduk rata yaak.

Dari rasa, yang pakai gula aren lebih manis dari kopi susu original. Dan pilihan sayapun tepat kali ini. Karena tidak suka yang terlalu manis, menu Es Kopi Susu Original di Kupiku Coffeee ini lebih cocok di lidah saya gaes.


Secangkir kopi, cangkir kopi, khasiat kopi, manfaat kopi pahit, efek minum kopi, kopi lampung, kopi indonesia, cara membuat kopi.

Sumber foto: https://twitter.com/bimakuru/status/997902833440571393

Rabu, 09 Mei 2018

Thirty Three My Age

Dimulai dengan nonton El-Clasico terakhirnya Andrés Iniesta, skor berakhir 2-2. Seperti biasa, sambil main Footbal Manager disambi nonton pertandingan sepak bola di televisi. Dan juga seperti biasanya, istriku kalau lihat aktivitasku itu selalu bertanya "Kamu nonton bola atau main game?" - dia paling gak suka kalau suaminya main game.

Pertandingannya seru sih, tapi sepertinya wasit kurang tampil well. Banyak pelanggaran yang lepas dari pengawasan wasit. Tanpa memihak mana-pun, kedua tim tampil garang. Terlebih Iniesta pastinya, tampil total karena ini musim terakhirnya bersama Barcelona dan menjadi El-Clasico terakhirnya. Yang gak paham sepak bola, apa itu El-Clasico? siapa itu Andrés Iniesta? coba Googling di Yahoo dulu yesss.

Meskipun aku fans Juventus, tapi karena Liga Italia jarang disiarkan di Tv lokal saat ini, jadi seadanya aja ada siaran sepak bola apa aja ditonton deh. Kalau Liga Inggris ya nonton Tottenham Hotspur, kalau ada siaran Liga Spanyol ya nonton Barcelona.

Terkait Thirty Three My Age, yak orang dekat saya pasti tahu kalau Bulan Mei ini bulan yang spesial buat saya. Ulang Tahun coy!

Ya itu tadi, sejak subuh sudah dimuali dengan nonton sepak bola. Sampai selesai lah, sekitar jam 03.30 WIB. Lanjut tidur seadanya, karena pagi mesti nganterin istri kerja dan harus sampai tempat kerja setengah delapan.

Rencanaya hari ini aku ambil cuti, tapi karena kemarin Jumat para bos-bosnya pada gak stand by di kantor jadi gagal dapat tanda tangan buat ijin cuti. Dan tetap harus ngantor, ya udah jalani aja hahaha.

Udah tahu kan kalau klub sepak bola Bimakuru adalah Juventus. Nah, terkait Thirty Three My Age, kebetulan ada pemain Juventus yang pakai Jersey nomor Tiga Puluh Tiga. Namanya adalah Federico Bernardeschi, siapakah dia? Googling di Yahoo lagi sana!