Selasa, 26 September 2017

Diskusi Maya (yang) Penuh Tafsir Ekspresi

Bimakuru - Kali ini matahari sudah nampak bersinar sendirian tak ditemani gerimis syahdu seperti hari sebelumnya. Cuaca pagi ini juga nampak lebih gerah dari hari sebelumnya. Baroto masih belum siuman dari tidurnya, ketika sang istri yang sudah cantik bersolek bersiap berangkat kerja.

Seperti hari-hari biasanya, sembari menunggu jam berangkat kerja sang istri selalu menghampiri Baroto untuk sekedar ngobrol di pagi hari dan tentunya membangunkan sang suami yang hobinya memang bangun siang itu.

Sesaat kemudian alarm berbunyi kencang dari ponsel sang istri yang artinya ia harus segera mencium kening suaminya dan bergegas memacu motornya menuju tempat kerjanya. Baroto segera membalas ciuman di kedua pipi istri cantiknya itu.

Setelah berpamitan satu sama lain, sang istri bergegas menyalakan kendaraannya. Baroto sibuk mencari ponselnya yang entah berada di bawah bantal atau sudah terjatuh dari tempat tidurnya. Suami yang hobi bangun siang itu segera membuka ponselnya untuk mengecek adakah pesan yang masuk, atau sembari membaca bebrapa group whatsapp yang membuat ponselnya ramai dengan notifikasi pesan.



Tidak semua pesan di whatsapp group dibalasnya, memang ia tidak begitu selalu aktif disetiap percakapan group. Hanya hal yang dirasa menarik ataupun terkait pekerjaan yang akan cepat ia respon ataupun tanggapi. Bahkan beberapa banyak group disettingnya dalam mode bisu (mute).

Di group alumni sekolah senior sedang ramai membahas kelahiran dua bayi dari dua keluarga kawan sekolah yang baru saja lahir. Di group sekolah junior sedang bahas Paus Fransiskus yang sedang dikritisi oleh kubu Konservatif.

Well, beda group beda topik bahasan memang. Baroto membaca sekilas setiap percakapan di masing-masing group dengan sembari menarik selimut dan membetulkan posisi guling yang keluar dari dekapan selangkangannya.

Bagi sebagian orang pembicaraan terkait agama pastinya menarik, seperti yang sedang dibahas di group sekolah junior tadi. Dimana topinya kira-kira terkait kubu konservatif yang menuding Paus Fransiskus menyebarkan ajaran sesat. Wow, pastinya cukup menarik untuk digoreng dan diperdebatkan bukan?

Tapi ternyata tidak untuk hari itu, bahkan tidak banyak yang mengomentari tautan yang dibagian di group tersebut. Ada kawan yang berusaha meminta dua orang kawan yang alumni Seminari-pun tidak direspon. Termasuk juga Baroto yang meskipun seagama, sedikitkpun tidak tertark untuk membahasnya, hanya sebatas membaca beritanya saja lalu beralih ke group yang lain.

Jempolnya masih menggeser-geser layar sentuh ponselnya masih untuk hanya sekedar membaca-baca percakapan di beberapa group whatsapp yang diikutinya. Kembali sampai lagi ke group alumni sekolah senior yang masih ramai dengan topik lahiran bayi.

Sepintas teringat pada group yang sama, beberapa minggu atau sebulan yang lalu, Baroto mencoba mengingatnya namun tidak menemukannya, seorang kawan harus kehilangan calon bayi yang dikandungnya (keguguran).

Kala itu juga banyak ucapaan untuk mengeutakan sang ibu atas peristiwa tersebut. Banyak ekspresi yang tersirat dari berbagai ucapan dari minggu lalu hingga minggu ini. Yah, minggu sebelumnya topiknya kematian, minggu ini topiknya kelahiran.

Kelahiran, Rejeki, Kematian serta Nasib Baik dan Buruk semuanya sudah ada ceritanya masing-masing. Semua tergantung kita dalam menanggapinya. Banyak ekpresi untuk menganggapinya, ataupun kadang banyak penafsiran yang berbeda dalam membaca ekspresi di lini masa dunia maya itu.

Baroto masih terus mengamati layar ponselnya sembari mencari charger karena batrei sudah mulai low. Juga se-low energinya pagi itu untuk segera beranjak dari tempat tidurnya.

(Ruang Belakang Lotta, 26 September 2017)

Selasa, 21 Maret 2017

Memilih Nama "CIRO" Untuk Beagle Kami

Bimakuru - Tempat pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 kami mengadopsi seekor anakan anjing ras Beagle. Memang sudah menjadi rencana kami (saya dan istri) untuk memelihara anjing di rumah kami. Kebetulan saya dan istri sama-sama menyukai memelihara anjing.

Awalnya kami mendapat info dari kawan istri saya, tetangganya (sebut saja mbak Mela) ingin mencari pengadopsi untuk anak anjingnya. Rencana awal, anak anjingnya baru boleh diadopsi setelah usianya 3 bulan yang diperkirakan pada bulan November. Tapi karena satu dan lain hal, mbak Mela membolehkan kami mengadopsi lebih cepat.


Dan akhirnya pada hari Minggu itu kami resmi membawa pulang anjing kecil itu. Info dari mbak Mela, ini adalah generasi ketiga dari sepasang indukan Beagle-nya. Biasanya, di sebuah kennel (peternakan anjing ras) untuk mengingat urutan generasi kelahiran sang anjing dilihat dari namanya yang sesuai abjad. Jika kelahiran pertama maka seluruh anakan akan diberi nama berawalan dengan huruf A. Begitu selanjutnya, yang kedua B, ketiga C, dan seterusnya.

Sebenarnya sah-sah saja kami menamai anjing baru kami ini dengan nama apa saja. Namun, kami memilih untuk mengambil tradisi pemberian nama tadi, kami memilih nama dengan awalan huruf C.


Foto Ciro bareng Bapak-Ibunya sebelum kami adopsi

Latar Belakang Memelihara Anjing


Kenapa kami merencanakan untuk memelihara anjing di rumah kami adalah untuk membantu dalam menjaga rumah. Kebetulan saya dan istri kerja kantoran, jadi ada dimana saat rumah kami tidak berpenghuni. Ditambah lagi beberapa hari sebelum kami mengadopsi anjing kami tersebut, terjadi 2 kali pencurian di komplek perumahan kami. Kejadian pencurian tersebut hanya berselang satu gang dari tempat tinggal kami.

Ditambah lagi beberapa hari sebelumnya saya sempat tugas ke luar kota, maka tawaran untuk mengadopsi lebih cepat tadi kami terima. Meski konsekuensinya kami harus memberi susu ekstra untuk anakan anjing tersebut.

Sepak Bola dan Juventus

Salah satu olahraga favorit saya adalah sepak bola. Bermain sepak bola maupun menonton pertandingan sepak bola menjadi hal wajib bagi saya setidaknya dari jaman SD hingga Kuliah. Hingga akhirnya lebih banyak aktifitas nonton sepak bola daripada memainkannya.

Dan Juventus adalah klub favorit saya sejak jaman saya SD. Sekitar tahun 90an sepak bola Italia sedang jaya-jayanya, bahkan RCTI kala itu setiap weekend rutin menyiarkan pertandingan Liga Italia Serie-A. Sejak saat itulah saya ngefens dengan Del Piero dan Juventus.

...

Dan karena sedang mencari nama dengan huruf awalan C, saya coba mencari referensi nama-nama unik dan bahkan nama-nama sosok terkenal. Akhirnya, teringat nama seorang legenda Juventus dan timnas Italia yang terkanal sebagai pemain belakang yang tanggu dia adalah Ciro Ferrara.

Seperti dapat dilihat di berbagai referensi di Internet, Ciro Ferrara selalu dikaitkan dengan nama besar Juventus meski sebelumnya telah membela Napoli selama 10 tahun dari tahun 1984 hingga 1994. Sebelas tahun berkostum Juventus dari 1994 hingga 2005, total Ferrara bermain sebanyak 253 kali di berbagai ajang kompetisi. Dikela sebagai seorang bek tenga yang tangguh, Ferrara mencatatkan telah menyumbang 15 gol selama karirnya untuk Juventus.

Dan akhirnya kami sepakat untuk memilih nama Ciro sebagai anggota keluarga kami yang baru itu.

Rabu, 11 Januari 2017

MiFi Andromax M2Y Solusi Kebutuhan Internet Rumahan

Bimakuru - Lama gak bikin review produk nih, kali ini saya akal coba mengulas salah satu anggota baru di rumah, yaitu perangkat internet Mobile Wifi (mifi) Andromax M2Y.

MiFi M2Y ini saya beli pada hari Minggu (20/3/2016) di Amplaz Yogyakarta seharga Rp 299.000. Keputusan untuk membeli produk Smartfren ini tentunya dari berbagai pertimbangan sebelumnya.

Salah satu alasannya kala itu adalah modem 4G unlock untuk semua simcard harganya masih terlalu malah untuk saya. Rata-rata harganya masih diatas Rp. 500an ribu, jadi untuk harga MiFi M2Y ini masih terjangkaulah untuk kantong saya.

Itupun saya tidak langsung dengan segera untuk membeli perangkat Modem Wifi ini. Karena saya tidak tahu jangkauan Smartfren 4G apakah sudah sampai area rumah saya.

Pertama saya cek dulu via online, karena di laman smartfren terdapat fitur untuk mengecek keterjangkauan signal 4G di duatu daerah. Tampilannya seperti peta Google Maps gitu, interaktif dan dapat langsung mengisikan kawasan/lokasi tempat tinggal kita.

Kedua saya coba pinjam Modem Wifi MiFi M2Y milik teman saya. Kebetuan, ada seorang teman yang memiliki perangkat ini dan boleh saya pinjam dulu untuk keperluan mengecek dan menmbuktikan signal Smarfren di area tempat tinggal saya.

Dan karena sudah bisa nyangkut signal 4G di rumah saya, maka keputusan untuk membeli perangkat Modem Wifi ini semakin bulat.

Akhirnya pada weekend minggu itu saya berkunjung ke Amplaz Yogyakarta untuk membeli perangkat modem wifi ini.

Hampir satu tahun saya menggunakan perangkat tersebut dengan nomor bawaan sejak membeli, dengan paketan data seharga Rp. 100 ribu mendapat 5Gb dan Quota Malam (lupa) Gb.

Foto: Google Image