Bimakuru - Walking Marathon de Sendangsono, sering disingkat WMSS, adalah sebuah event yang rutin dilakukan oleh Komunitas Mlampah Ziarah setiap bulannya. Nah, untuk edisi WMSS #6 ini kami beruntung bisa dapat slot sebagai peserta dan event yang dilakukan pada tanggal 14 Desember 2025 lalu ini menjadi kesempata kedua saya dan Arin bisa ikut berziarah bersama.
Pengalaman perdana kami ikut adalah di WMSS #4 bulan Oktober lalu, belum sempat saya tulis dalam blog ini. Nanti deh, setelah menulis yg ini coba saya ingat-ingat lagi pengalam perdana kami itu.
Sudah persiapan dulu
Sejak WMSS #4 kami memang berniat ikut kembali di walking marathon berikutnya. Namun, saya di Episode #5 kami tidak bisa ikut karena ada agenda lain yang tanggalnya sama di Jakarta. Karena, yang jakarta ini sudah kami rencanakan jauh-jauh hari jadi mau tidak mau kami lebih memilih ke Betawi kala itu.
Bagi saya dan Arin yang aktivitas olahraganya masing janga-jarang, maka jeda waktu yang lama dari WMSS #4 ke #6 kami upayakan untuk latihan jalan. Baik jarak pendek disekitaran 2-3 km s.d. > 5 km kami coba rutinkan setiap minggunya.
Tadinya kami sering membuat rute keliling jalan-jalan perkotaan diselingi dengan blusukan ke kampung-kampung disekitar Samirono dan Klitren.
Namun, belakangan kami mulai coba di jogging track Lapangan Realino USD. Meskipun pemandangan pastinya membosankan ya, karena hanya muter-muter jogging track yang panjangnya tidak sampai 500 meter itu, setidaknya bebas polusi dan aman dari lalu lalang kendaraan bermotor yang makin banyak memenuhi Kota Jogja sekarang ini.
Persiapan menuju WMSS #6 coba kami buat selang-seling, antara jalan pendek dan jalan panjang. Sembari juga untuk meningkatkan stamina dan juga pace jalan kami, yang selama ini selauu saja lebih besar dari angka 11.
Pendaftaran yang singkat
Seingat saya waktu itu tanggal 21 November panitia mengumumkan pembukaan pendaftaran untuk event WMSS #6 akan dimulai pada tanggal 24 November.
Sejak pengumuman itu kami sudah berencana untuk mencari Surat Keterangan Sehat. Ya, karena mulai Episode #4 salah satu persayaratan peserta mendaftar adalah memiliki SuKet Sehat.
Sejak pengumuman itu kami sudah berencana untuk mencari Surat Keterangan Sehat. Ya, karena mulai Episode #4 salah satu persayaratan peserta mendaftar adalah memiliki SuKet Sehat.
Berencana sudah, tapi eksekusinya saja yang belum.
Hari pertama pendaftaran dibuka kami-pun belum juga mencari surat keteranan sehat tersebut, karena pengalaman dari WMSS #4 kami, bisa besok-besok ajalah.
Tapi karena keinginan untuk bisa ikut di evant akhir tahun 2025 ini, mau tidak mau kami harus segera mendapat surat keterangan jika masih ingin dapat slot di event bulan Desember ini.
Pagi harinya di tanggal 25 November itu saya cari Surat Keteranngan Sehat di Puskesmas dekat rumah. Karena ini tidak ditanggung BPJS maka harus bayar biaya Rp20.000,-
Arin bisa akses Klinik di Kantor siang harinya untuk mendapat Surat Keterangan Sehatnya.
Dan begitu wow-nya pada tanggal 25 November sore kami melihat update peserta sudah di angka 211 nama, padahal kuota yang disediakan 350. Sudah separuhnya gesss !!!
Malam harinya kami sepakat untuk daftar bersama, jadi pencet tombol Submit dihape masing-masing dalam waktu yang bersamaan. Harapanya bisa dapat kuota bersama, kalaupun tidak yang juga dua-duanya tidak dapat kuota.
Kami baru submit google form pendaftaran kalau tidak salah sekitar jam sepuluh malah di rumah. Kami pasrah aja, tidak dapat kuota yang sudah, bisa jadi peserta yang syukur alhamdulilah.
Dan pastinya kami menanti pengumuman update peserta kedua di tanggal 26 November.
Di update pertama saja sudah diangka 211, kami memprediksi update kedua ini pasti kuota sudah penuh.
Jeng-jeng....
Tanggal 26 November 2025 pukul 10:51 Pak Ketua memberi pengumuman bahwa Pendaftaran di Tutup!
Saya menduga ini sudah full.
Benar saja, update kepesertaan disore harinya pukul 17:41 kuota 350 sudah sold out.
Gilak...! cuma butuh 2 hari pendaftaran WMSS #6 langsung ditutup karena full booked.
Wow yang kali kedua adalah nama kami muncul di daftar rekap peserta dengan nomor pendaftaran urut di #252 dan #253. Ini karena trik pencet tombol submit barengan.
Wow yang kali kedua adalah nama kami muncul di daftar rekap peserta dengan nomor pendaftaran urut di #252 dan #253. Ini karena trik pencet tombol submit barengan.
Jadi, besok di meja registrasi mudah untuk menghafal, karena nomor kami urut.
Menuju Hari-H
Selain persiapan fisik, kami juga update beberapa perlengkapan. Yang pertama adalah manset, kami beli online di toko orange untuk antisipasi agar tangan tidak belang.
Yang kedua adalah Hydropack. supaya lebih taktis saja dalam melakukan aktivitas olahraga jalan kaki plus bawa pakaian ganti untuk sesampainya di Sendangsono.
Dan yang ketiga adalah Jersey Komunitas Mlampah Ziarah. Ini kami beli tentunya sebagai bagian dari anggota untuk bisa memberikan kotribusi kepada komunitas ini.
Beberapa bekal yang kami bawa, belajar dari pengalaman sebelumnya coba kami kurangi barang yang kami bawa. Hanya bawa yang pasti terpakai. Khususnya minuman dan makanan kami kurangi karena pastinya bisa beli di jalan di sepanjang perjalanan.
Malam harinya di H-1, selain persiapan perbekalan kami juga merebus telor untuk sarapan esok harinya.
Perjalanan peziarahan kami
Seperti biasa ziarah akan dimulai pukul 05.00 dari Tugu Jogja. Maka, jam 4 pagi peserta diharapkan sudah berkumpul untuk melakukan pendaftaran ulang dan persiapan perjalanan.
Kalau tidak salah sejak pukul 04.30 sudah mulai turun hujan. Hujan sempat mereda ketika menjelang start. Tapi kembali turun hujan lagi di sektiar kilometer 1-2 sejak start.
Hujan..
Terang...
Gerimis...
Terang...
Hujan lagi...
Terang lagi.
Begitu seterusnya sampai pada akhirnya di kilometer-12 sepatu saya jebol donk. Dan hanya membawa backup sandal jepit.
Mau tidak mau ya pakai sandal jepit lah, mana posisi lagi hujan.
Berharap didepan nanti ada Toko Sepatu buka lebih pagi, jadi saya bisa beli sepatu dadakan. Tapi bagaimana mungkin, duit saja pas-pasan hahahha.
Gas terus sampai sekuatnya kaki dan sandal jepit yang saya beli juga di Sendangsono pada WMSS #4 lalu. Beruntungnya sama sekali tidak terjadi Blister atau kapalen versi orang jawa. Hanya lecet saja di sela-sela jempol kaki dan telunjuk.
Dan akhirnya kami bisa menyelesaikan Mlampah Ziarah Walking Marathon de Sendangsono #6 ini dengan suka cita. Meskipun ada beberapa tantangan dan halangan tadi maupun yang tidak saya ceritakan, tapi Saya dan Arin bisa menyelesaikan peziarahan kami kali ini dengan penuh syukur.
Bukan untuk "umuk" atau sombong, tapi cerita ini hanya untuk pengingat kami, saya dan Arin, bahwa kami pernah melakukan hal luar biasa ini bersama dengan keterbatasan kami masing-masing saat itu.
Tentu kami masih ingin melanjutkan lagi episode berikutnya, entah dapat kuota atau tidak. Semoga kami masih bisa diberi kesempatan lagi di waktu berikutnya.
~ diketik pada 18 Desmber 2025, sembari menanti transferan THR ~


